Hai Adek, yang biasa dipanggil oleh Mamasku dulu!!
Bagaimana kabarmu? Oh lebih tepatnya, bagaimana kabarmu dengan mantan kekasihku
yang beberapa saat lalu melepaskanku demi memilihmu?
Tenang,
aku takkan marah padamu, Adek-nya Mamasku. Aku tak bisa marah dan takberhak
marah padamu. Justru dengan inilah aku ingin mengucapkan banyak TERIMA KASIH
kepadamu karena telah menunjukkan siapa sebenarnya orang dulu pernah kucintai
sepenuh hati. Aku ingat, dulu aku pernah bilang pada media social mengenai “Godalah
Kekasihku, kalau dia tergoda denganmu, aku akan berterima kasih padamu karena
telah menunjukkan bahwa dia bukan orang yang tepat, dan apabila dia tidak
tergoda denganmu, maka aku layak mempertahankannya”. Dan sekarang telah
kubuktikan, Mamas memang bukan orang yang tepat untukku karena telah tergoda
denganmu dan memilihmu. Sungguh, aku sangat dan sangat berterima kasih padamu,
karena telah selangkah membukakan jalan padaku untuk menemukan orang yang akan
benar-benar mencintaiku.
Selamat
ya Adek, kamu telah berhasil mendapatkan Mamas –yang entah
mulai sejak kapan kamu berusaha mendapatkan orang yang saat itu masih kumiliki.
Kamu tak perlu lagi takut ketahuan denganku saat mencuri perhatian Mamas,
aku tak akan lagi mempermasalahkan hal itu karena aku telah memiliki hal yang
lebih indah dari sekadar Mamas-mu kini. Aku hanya ingin memberikan satu
saja nasihat untukmu, “suatu saat –sebagai sesama wanita– kuharap kamu takkan
mengulangi untuk mencari perhatian kepada seorang lelaki yang telah memiliki
pasangan, karena entah siapapun yang salah, tetap saja kamu yang menjadi
penyebab ketidakbaikan itu terjadi”.
Sekali
lagi, Terima Kasih dan Selamat ya dengan cintamu kini. Semoga kamu bahagia dan
langgeng dengan orang yang selama ini memang ingin kamu miliki. :) :)
Dan
teruntuk Mamas, kamu tak perlu lagi menyembunyikan semuanya padaku. Tak
perlulah kamu menjaga perasaanku, karena aku sudah cukup baik untuk menjaganya
sendiri. Akuilah kekasihmu yang sekarang, jangan berpura-pura lagi berkata
padaku kalau kamu nggak pacaran sama dia. Alasanmu melepaskanku karena tidak
ingin berpacaran dan ingin memperbaiki akhlak dan agamamu itu hanyalah alasan klasik
kok, Mas. Kamu tau kan pepatah “Mau
bagaimanapun kamu menyembunyikan bangkai, pasti akan tercium juga bau
busuknya”, dan aku sudah tahu semuanya. Sudah tak perlu lagi kamu backstreet terhadapku. Kita sudah dewasa
bukan? Kalau memang dia lebih baik daripada aku, jalani saja dengan bahagia,
karena aku tahu, bahagiaku juga tidak akan selamanya denganmu, kan? Pesanku
untukmu hanyalah “Jadilah lelaki yang jantan dan bertanggung jawab. Ingat,
jangan pernah menyakiti wanita lagi, karena seharusnya wanita harus dijaga
tulang rusuknya, bukan untuk dirusak ataupun disakiti.”
Mulai
sekarang, berbahagialah dengan pilihanmu yang mungkin jauh lebih baik dariku,
tak perlu lagi kamu menjaga perasaanku, entah kamu sudah berpacaran saat masih
bersamaku atau seusai denganku, itu bukan lagi menjadi masalahku. Itu hanyalah
masalah hati nuranimu. Terima kasih karena kamu telah memberikan pengalaman
berharga untukku sehingga mendewasakanku. Terima kasih banyak. Dan Selamat ya,
semoga langgeng. :) :)

Kuwi tega men cah loro ndah
ReplyDeleteTenang ndah, calon imam yang lebih baik sudah menantimu