Saturday, 26 September 2015

Surat Terbuka untuk Mantan Kekasihku dan Kekasih Barunya

     Hai Adek, yang biasa dipanggil oleh Mamasku dulu!! Bagaimana kabarmu? Oh lebih tepatnya, bagaimana kabarmu dengan mantan kekasihku yang beberapa saat lalu melepaskanku demi memilihmu?
     Tenang, aku takkan marah padamu, Adek-nya Mamasku. Aku tak bisa marah dan takberhak marah padamu. Justru dengan inilah aku ingin mengucapkan banyak TERIMA KASIH kepadamu karena telah menunjukkan siapa sebenarnya orang dulu pernah kucintai sepenuh hati. Aku ingat, dulu aku pernah bilang pada media social mengenai “Godalah Kekasihku, kalau dia tergoda denganmu, aku akan berterima kasih padamu karena telah menunjukkan bahwa dia bukan orang yang tepat, dan apabila dia tidak tergoda denganmu, maka aku layak mempertahankannya”. Dan sekarang telah kubuktikan, Mamas memang bukan orang yang tepat untukku karena telah tergoda denganmu dan memilihmu. Sungguh, aku sangat dan sangat berterima kasih padamu, karena telah selangkah membukakan jalan padaku untuk menemukan orang yang akan benar-benar mencintaiku.
     Selamat ya Adek, kamu telah berhasil mendapatkan Mamas –yang entah mulai sejak kapan kamu berusaha mendapatkan orang yang saat itu masih kumiliki. Kamu tak perlu lagi takut ketahuan denganku saat mencuri perhatian Mamas, aku tak akan lagi mempermasalahkan hal itu karena aku telah memiliki hal yang lebih indah dari sekadar Mamas-mu kini. Aku hanya ingin memberikan satu saja nasihat untukmu, “suatu saat –sebagai sesama wanita– kuharap kamu takkan mengulangi untuk mencari perhatian kepada seorang lelaki yang telah memiliki pasangan, karena entah siapapun yang salah, tetap saja kamu yang menjadi penyebab ketidakbaikan itu terjadi”.
      Sekali lagi, Terima Kasih dan Selamat ya dengan cintamu kini. Semoga kamu bahagia dan langgeng dengan orang yang selama ini memang ingin kamu miliki. :) :)
     Dan teruntuk Mamas, kamu tak perlu lagi menyembunyikan semuanya padaku. Tak perlulah kamu menjaga perasaanku, karena aku sudah cukup baik untuk menjaganya sendiri. Akuilah kekasihmu yang sekarang, jangan berpura-pura lagi berkata padaku kalau kamu nggak pacaran sama dia. Alasanmu melepaskanku karena tidak ingin berpacaran dan ingin memperbaiki akhlak dan agamamu itu hanyalah alasan klasik kok, Mas. Kamu tau kan pepatah “Mau  bagaimanapun kamu menyembunyikan bangkai, pasti akan tercium juga bau busuknya”, dan aku sudah tahu semuanya. Sudah tak perlu lagi kamu backstreet terhadapku. Kita sudah dewasa bukan? Kalau memang dia lebih baik daripada aku, jalani saja dengan bahagia, karena aku tahu, bahagiaku juga tidak akan selamanya denganmu, kan? Pesanku untukmu hanyalah “Jadilah lelaki yang jantan dan bertanggung jawab. Ingat, jangan pernah menyakiti wanita lagi, karena seharusnya wanita harus dijaga tulang rusuknya, bukan untuk dirusak ataupun disakiti.”

      Mulai sekarang, berbahagialah dengan pilihanmu yang mungkin jauh lebih baik dariku, tak perlu lagi kamu menjaga perasaanku, entah kamu sudah berpacaran saat masih bersamaku atau seusai denganku, itu bukan lagi menjadi masalahku. Itu hanyalah masalah hati nuranimu. Terima kasih karena kamu telah memberikan pengalaman berharga untukku sehingga mendewasakanku. Terima kasih banyak. Dan Selamat ya, semoga langgeng. :) :)