Monday, 30 November 2015

Kau Tak Pernah Tahu


Kau tak akan pernah tahu,
sesakit apa kugadaikan perasaanku saat benar-benar terjatuh seorang diri;
Separah apa saat segala luka mengucurkan darah dari semua sudut tubuhku;
dan kau takkan pernah tahu, bagaimana rasanya merangkak dan memohon pada lini waktu untuk menghentikan sandiwara yang sedang kau perankan.
Aku sudah tak sanggup lagi memerankan protagonis yang melulu menangis.
Aku sudah muak melihatmu dengan pengkhianat bertopeng malaikat itu!
Ya, malaikat pencabut akhlak; yang memaksaku mengumpat bangsat!
Kau tak pernah tahu gejolak dalam dada yang selalu memenangkanmu; memojokkanku bahwa akulah penyebab semuanya.
Jiwaku sirna dalam raga tak berbentuk.
Remuk terhempas ombak pantai yang mengamuk!
Kau takkan pernah tahu,
Sekuat apa aku berusaha bangkit; walau tetap terjatuh dan tersungkur lagi pada jalan setapak tempat kita menanamkan tujuan bersama dulu.
Kau takkan pernah tau berapa ribu iblis yang mengiringku menuju lembah kenistaan yang lebih dahsyat.
Dan aku tak pernah sadar tentang jutaan malaikat yang menuntunku dan mendoakanku;
Walaupun kau tak pernah tahu.