Tuesday, 18 December 2012

Hanya Satu Kata ~ Hari Moekti


Hanya satu kata tiada sempat terucap
Walau kita berjumpa dan saling menyapa
Hanya satu kata kembali karam di hati
Walau sering bicara sampai lupa waktu

*  dimana ku harus mencari
  sebuah kata yang hilang saat denganmu
** bukan banyak kata ketika ingin bicara
Tentang bara di dada cukup satu kata
Repeat *
Repeat **
Reff: jangan kau ragu dan membisu
ucapkan saja isi hatimu
lewat satu kata ketika ingin bicara
tentang bara di dada cukup satu kata
Repeat *
Repeat reff
hanya satu kata, hanya satu kata
hanya satu kata, hanya satu kata
hanya satu kata, hanya satu kata

Thursday, 13 December 2012

Cara Membuktikan Kelas Kata


Kata dapat digolongkan berdasarkan ciri-cirinya. Berdasarkan maknanya kata dapat digolongkan menjadi dua yaitu kata penuh dan kata penuh dan kata tugas. Kata penuh adalah kata yang memiliki makna leksikal. Kata tugas adalah kata yang tidak memiliki makna leksikal dan hanya memiliki makna gramatikal.
Kata penuh meliputi verba, adjektiva, adverbia, nomina, pronomina, dan numeralia. Kata tugas meliputi preposisi, konjungtor, interjeksi, artikula, dan partikel penegas.
Menurut Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (Edisi Ketiga), kata digolongkan menjadi verba, adjektiva, adverbia, nomina, pronomina, numeralia, dan kata tugas.
1.      Verba
Verba sering disebut juga kata kerja. Ciri-ciri verba:
a.       Memiliki fungsi utama sebagai predikat atau sebagai inti predikat dalam kalimat walaupun dapat juga mempunyai fungsi lain. Misalnya:
·         Kakek tidur.
·         Ibu tidak menulis novel.
b.      Mengandung makna inheren perbuatan (aksi), proses, atau keadaan yang bukan sifat atau kualitas.
c.       Tidak diberi prefiks ter- yang berarti ‘paling’. Misalnya verba mati dan suka tidak dapat menjadi *termati atau *tersuka.
d.      Pada umumnya tidak dapat bergabung dengan kata-kata yang menyatakan makna kesangatan seperti agak, sangat, dan sekali karena tidak ada bentuk *agak belajar, *sangat tidur, *duduk sekali meskipun ada bentuk seperti sangat berbahaya, agak membanggakan, dan mengharapkan sekali.
2.      Adjektiva
Adjektiva adalah kata yang memberikan keterangan yang lebih khusus tentang sesuatu yang dinyatakan oleh nomina dalam kalimat. Adjektiva sering disebut juga kata keadaan. Ciri-ciri adjektiva:
a.       Adjektiva memberikan makna kualitas atau keanggotaan dalam suatu golongan.  Misalnya pohon tinggi, rumah besar, dan baju merah.
b.      Adjektiva dapat berfungsi sebagai predikat dan adverbial (keterangan) kalimat yang dapat mengacu ke suatu keadaan. Misalnya: Ibu sedang sakit.
c.       Adjektiva memiliki kemungkinan untuk menyatakan tingkat kualitas dan tingkat bandingan acuan nomina yang diterangkannya dengan menambahkah kata sangat, agak, lebih, atau paling di depan adjektiva tersebut. Misalnya: sangat besar, agak senang, lebih kecil, paling merah.
3.      Adverbia
Dalam tataran frasa, adverbia merupakan kata yang menerangkan verba, adjektiva, atau adverbia lain. Sementara itu, dalam tataran klausa, adverbia merupakan kata yang menerangkan fungsi-fungsi sintaksis dalam klausa itu. Dalam tataran kalimat, adverbia menerangkan seluruh kalimat. Adverbia sering disebut juga kata keterangan.
Contoh:
·         sangat marah (menerangkan kata marah)
·         Aku mau makan nasi saja. (menerangkan fungsi objek yaitu nasi)
·         Anaknya sudah lima (menerangkan fungsi predikat yaitu lima)
·         Tampaknya ia serius. (menerangkan kalimat)

4.      Nomina
Dari segi semantisnya, nomina adalah kata yang mengacu pada manusia, binatang, benda, dan konsep atau pengertian. Misalnya dosen, tikus, kursi, bahasa. Dari segi sintaksisnya, nomina mempunyai ciri-ciri:
a.       Menduduki fungsi subjek, objek, atau pelengkap. Misalnya, ayah membelikan adik buku.
b.      Dapat diingkarkan dengan kata bukan seperti bukan buku, bukan rumah, dan tidak dapat diingkarkan dengan kata tidak karena tidak ada bentuk *tidak buku, *tidak rumah, dsb.
c.       Umumnya diikuti adjektiva, baik secara langsung maupun diantarai kata yang. Misalnya gadis cantik, gadis yang cantik.

5.      Pronomina
Pronomina adalah kata yang dipakai untuk mengacu kepada nomina lain.
Misalnya:
·         Kakakku sangat rajin. Ia selalu juara kelas. (pronomina ia mengacu pada kata kakakku)
·         Rumah itu mewah. Lantainya dari marmer. (pronomina -nya mengacu pada rumah)
Pronomina menduduki fungsi sintaksis yang umumnya diduduki oleh nomina seperti  subjek, objek, dan—dalam macam kalimat tertentu—juga predikat. Acuan pronomina dapat berpindah-pindah karena bergantung kepada siapa yang menjadi pembicara/penulis, siapa yang menjadi pendengar/pembaca, atau siapa/apa yang dibicarakan. Pronomina sering disebut juga sebagai kata ganti.
Ada tiga macam pronomina dalam bahasa Indonesia yaitu:
a.       Pronomina persona
Pronomina persona disebut juga kata ganti orang atau pronomina yang dipakai untuk mengacu pada orang, baik diri sendiri (orang pertama), orang yang diajak bicara (orang kedua), dan orang yang dibicarakan (orang ketiga).
b.      Pronomina penunjuk
Pronomina penunjuk terdiri dari tiga macam yaitu pronomina penunjuk umum, pronomina penunjuk tempat, dan pronomina penunjuk ihwal. Pronomina penunjuk umum ialah ini, itu, dan anu. Pronomina penunjuk tempat ialah sini, situ, sana. Pronomina penunjuk ihwal ialah begini, begitu, dan demikian.
c.       Pronomina penanya
Pronomina penanya adalah pronomina yang dipakai sebagai pemarkah pertanyaan. Dari segi maknanya yang ditanyakan dapat mengenai orang (siapa), barang atau benda (apa), dan pilihan (mana). Sebenarnya masih ada kata penanya lain meskipun bukan pronomina yaitu kapan, bagaimana, berapa, dan mengapa.
6.      Numeralia
Numeralia adalah kata yang dipakai untuk menghitung banyaknya maujud (orang, binatang, atau barang) dan konsep. Ada dua macam numeralia dalam bahasa Indonesia yaitu numeralia pokok/kardinal yang dapat memberi jawab atas pertanyaan “Berapa?” seperti satu, dua, seratus, sejuta, dsb., dan numeralia tingkat/ordinal yang dapat memberi jawab atas pertanyaan “Yang keberapa?” seperti ketiga, kelima puluh, keseribu, dsb.

7.      Kata Tugas
Kata tugas merupakan kelas kata yang hanya memiliki makna gramatikal dan tidak memiliki makna leksikal. Kata tugas baru bermakna apabila dirangkai dengan kelas kata lain. Misalnya di rumah, aku dan kau, setelah kita makan, dll. Kata tugas tidak dapat menjadi dasar pembentukan kata lain. Misalnya, nomina tani dapat diturunkan menjadi kata bertani, petani, pertanian, dsb. Namun kata tugas dari tidak dapat menjadi *mendarikan (me[N]-kan + dari), *pendari (pe[N]- + dari), dsb.
Kata tugas dalam bahasa Indonesia dibagi menjadi lima berdasarkan peranannya dalam frasa atau kalimat.
a.       Preposisi
Preposisi atau kata depan menandai hubungan makna antara konstituen di depan preposisi tersebut dengan konstituen di belakangnya. Misalnya, dalam frasa tidur di kamar, preposisi di menyatakan hubungan makna keberadaan antara tidur dan kamar. Menurut Prof. Drs. M. Ramlan, preposisi dalam bahasa Indonesia berjumlah 115 kata. Contoh preposisi antara lain: di, ke, dari, kepada, daripada, untuk, sebab, dsb.
b.      Konjungtor
Konjungtor atau kata hubung atau kata sambung adalah kata tugas yang menghubungkan dua satuan kebahasaan yang sederajat: kata dengan kata, frasa dengan frasa, atau klausa dengan klausa. Misalnya:
·         aku dan kau
·         kenaikan harga serta kemiskinan rakyat
·         Ayah tidur tetapi ibu memasak.
·         Ketika ayah tidur, ibu sedang memasak.
c.       Interjeksi
Interjeksi atau kata seru adalah kata tugas yang mengungkapkan rasa hati pembicara. Sebenarnya, tanpa interjeksi perasaan pembicara sudah dapat diungkapkan dengan kalimat yang utuh. Namun, keberadaan interjeksi akan memperkuat rasa hati tersebut. Misalnya untuk mengungkapkan betapa indahnya sebuah pemandangan, orang tidak hanya akan berkata, “Indah sekali pemandangan ini”, tetapi orang biasa menggunakan interjeksi amboi sehingga menjadi, “Amboi, indah sekali pemandangan ini.” Dengan kata amboi di atas orang tidak hanya mengungkapkan fakta akan keindahan pemandangan tetapi juga rasa hatinya. Contoh interjeksi misalnya wah, sialan, ayo, nah, dsb.
d.      Artikula
Artikula atau kata sandang adalah kata tugas yang membatasi makna nomina. Artikula memiliki tiga kelompok yaitu (1) yang bersifat gelar seperti sang, sri, hang, dan dang, (2) yang mengacu ke makna kelompok seperti para, (3) yang menominalkan seperti si dan yang.
e.       Partikel penegas
Kategori partikel penegas meliputi kata yang tidak tertakluk pada perubahan bentuk dan hanya berfungsi menampilkan unsur yang diiringinya. Ada empat macam pertikel penegas yaitu –kah, -lah, -tah, dan pun

Daftar Pustaka
Alwi, Hasan dkk. 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (Edisi Ketiga). Jakarta: Balai Pustaka.

Monday, 3 December 2012

1000 burung kertas


Let the story begin ..
Sewaktu boy dan girl baru pacaran, boy melipat 1000 burung kertas buat girl, menggantungkannya di dlm kamar girl. Boy mengatakan, 1000 burung kertas itu menandakan 1000 ketulusan hatinya. Waktu itu, girl dan boy setiap detik selalu merasakan betapa indahnya cinta mereka b'dua....
Tetapi pada suatu saat, girl mulai menjauhi boy. Girl memutuskan untuk menikah dan pergi ke Perancis, ke Paris tempat yang dia impikan di dalam mimpinya berkali2 itu!! Sewaktu girl mau mutusin boy, girl bilang sama boy, "Kita harus melihat dunia ini dengan pandangan yang dewasa... Menikah bagi cewek adalah kehidupan kedua kalinya!! Aku harus bisa memegang kesempatan ini dengan baik. Kamu terlalu miskin, sungguh, aku tidak berani membayangkan bagaimana kehidupan kita nanti setelah menikah...!!"
Setelah Girl pergi ke Perancis, Boy bekerja keras, dia pernah menjual koran, menjadi karyawan sementara, bisnis kecil, setiap pekerjaan dia kerjakan dengan sangat baik dan tekun. Sudah lewat beberapa tahun... Karena pertolongan teman dan kerja kerasnya, akhirnya dia mempunyai sebuah perusahaan. Dia sudah kaya, tetapi hatinya masih tertuju pada Girl, dia masih tidak dapat melupakannya.
Pada suatu hari, waktu itu hujan, Boy dari mobilnya melihat sepasang orang tua berjalan sangat pelan di depan. Dia mengenali mereka, mereka adalah orang tua Girl... Dia ingin mereka lihat kalau sekarang dia tidak hanya mempunyai mobil pribadi, tetapi juga mempunyai Vila dan perusahaan sendiri. Boy ingin mereka tahu kalau dia bukan seorang yang miskin lagi, dia sekarang adalah seorang Bos. Boy mengendarai mobilnya sangat pelan sambil mengikuti sepasang orang tua tsb. Hujan terus turun, tanpa henti, biarpun kedua org tua itu memakai payung, tetapi badan mereka tetap basah karena hujan. Sewaktu mereka sampai tempat tujuan, Boy tercegang oleh apa yang ada di depan matanya, itu adalah tempat pemakaman! Dia melihat di atas papan nisan, foto Girl tersenyum sangat manis terhadapnya. Di samping makamnya yang kecil, tergantung burung2 kertas yang dibuatkan Boy. Dalam hujan, burung2 kertas itu terlihat begitu hidup. Org tua Girl memberitahu Boy, Girl tidak pergi ke paris.
Girl terserang kanker, Girl pergi ke surga. Girl ingin Boy menjadi orang, mempunyai keluarga yang harmonis, maka dengan terpaksa ia berbuat demikian terhadap Boy dulu. Girl bilang dia sangat mengerti Boy, dia percaya kalau Boy pasti akan berhasil. Girl mengatakan, kalau pada suatu hari Boy akan datang ke makamnya dan berharap dia membawakan beberapa burung kertas buatnya lagi. Boy langsung berlutut, berlutut di depan makam Girl, menangis dengan begitu sedihnya. Hujan pada hari Ching Ming itu terasa tidak akan berhenti, membasahi sekujur tubuh Boy. Dingin tidak terasa lagi, yang ada kepiluan hati... Boy teringat senyum manis Girl yang begitu manis dan polos, mengingat semua itu, hatinya mulai meneteskan darah... Sewaktu Orang tua ini keluar dari pemakaman, mereka melihat kalau Boy sudah membukakan pintu mobil untuk mereka. Lagu sedih terdengar dari dalam mobil tersebut,

"Hatiku tidak pernah menyesal,
semuanya hanya untukmu 1000 burung kertas,
1000 ketulusan hatiku,
beterbangan di dalam angin menginginkan bintang
yang lebat besebaran di langit,
melewati sungai perak,
apakah aku bisa bertemu denganmu?
Tidak takut berapapun jauhnya, hanya ingin
sekarang langsung berlari ke sampingmu.
Masa lalu seperti asap,
hilang dan tak kan kembali,
menambah kerinduan di hatiku.
Bagaimanapun dicari,
jodoh kehidupan ini pasti tidak akan berubah..."
(lirik langsung ditranslate dari bahasa Mandarin)