Tuesday, 31 December 2013

Izinkan Aku Mengecup Bibirnya


Semenjak beberapa tahun lalu, aku telah memutuskan untuk hidup bersamamu. Kulewati suka dan duka berdua. Akupun telah sanggup menerima kekuranganmu. Iya, bahkan aku tak sanggup lagi kehilanganmu.
Namun, salahkah aku bila selama ini masih ada seuntai nama yang bertahan di lubuk hatiku? Berdosakah aku bila aku masih sering menghabiskan waktu bersamanya? Entahlah, Sayang, aku  tahu takmungkin hidup bersamanya, dan dia takmungkin pula memilihku. Aku tetap memilihmu, Sayang.
Tapi, sebelum aku meninggalkan dia selamanya, izinkan kupeluk dan kucium bibirnya untuk yang terakhir kalinya.  Aku ingin merasakan hangat kasih sayangnya yang selama ini kita ukir bersama,  ingin kuceritakan apa yang kurasakan selama ini lewat ciuman perpisahan. Aku ingin menatap matanya agar dia tahu pengorbananku selama ini.  

Izinkan aku mencium bibirnya, Sayang, agar aku mampu mengembalikan semua kenangan bersamanya. Izinkan aku mencium bibirnya untuk terakhir kalinya, agar dia tahu aku pernah mencintainya dengan sangat, sebelum akhirnya aku lebih memilihmu.