“Begitu ditulis, teks bukan lagi milik sang pengarang, tapi milik sang pembaca. Kau bebas untuk menafsirkannya.” ~Roland Barthes~
Wednesday, 14 November 2012
Sajak Putih ~ Chairil Anwar ~
Buat tunanganku Mirat
Bersandar pada tari warna pelangi
kau depanku bertudung sutra senja
di hitam matamu kembang mawar dan melati
harum rambutmu mengalun bergelut senda
Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
meriak muka air kolam jiwa
dan dalam dadaku memerdu lagu
menarik menari seluruh aku
hidup dari hidupku, pintu terbuka
selama matamu bagiku menengadah
selama kau darah mengalir dari luka
antara kita Mati datang tidak membelah…
Buat Miratku, Ratuku! kubentuk dunia sendiri,
dan kuberi jiwa segala yang dikira orang mati di alam ini!
Kucuplah aku terus, kucuplah
dan semburkanlah tenaga dan hidup dalam tubuhku…
1944
Saturday, 10 November 2012
SENYUMAN BUNGA MATAHARI, BUNGA MAWAR, BUNGA MELATI, BUNGA BANGKAI DAN BUNGA DANDELION
Pada suatu hari, di sebuah sudut taman duniawi, ada serumpun bunga Matahari, bunga Mawar, bunga Melati, bunga Bangkai, dan bunga Dandelion.
Bunga-bunga
itu terbangun dari tidurnya yang lelap. Mereka terlonjak oleh kejutan
si embun nakal tapi menyejukkan. Bulir-bulir gutasi seperti kristal yang
terpatri di helaian jubah daun membuat mereka semakin anggun diterpa
sang surya yang perlahan mulai menjagad.
Mereka semua tersenyum menyambut pagi, tersenyum dengan cara mereka masing-masing.
Bunga
mawar…ya, bunga ini tersenyum. Tapi senyumnya asimetris. Maksudku…sudut
bibirnya hanya diangkat sebelah, namun sudut lainnya tidak. Singkat
kata, tersenyum angkuh. Aku juga tidak mengerti mengapa Ia sesombong
itu, dia pikir dia siapa? Oke, dia sangat cantik, secara bunga Ia sangat
proporsional, mahkotanya begitu menggoda, warna merahnya sangat elegan -
dan tidak kuning. Maksudku, tidak sekuning bunga matahari kalaupun
warnanya kuning. Pokoknya warnanya elegan. Lantas apa? Apa yang
membuatnya Ia begitu angkuh? Apa karena Ia selalu disemayamkan di
jambangan mahal orang-orang kaya? Apa karena Ia selalu berkelimpahan
kasih sayang oleh tuan yang menanamnya? Apa karena Ia suka dipakai para
putri kerajaan untuk mandi bunga? Atau karena Ia suka ikut andil di
dalam cerita negeri dongeng? Menurutku bukan. Tidak sepantasnya hanya
dengan bermodalkan kecantikan dan kemewahan lantas kau bisa sombong.
Pasti ada alasan lain… tunggu dulu! Aku yakin, pasti Ia mempunyai
sesuatu yang tidak dimiliki oleh bunga-bunga lain.
Ya,
duri!! Ia sombong karena Ia bisa melindungi dirinya sendiri. Ia kuat,
berdaulat dan terhormat. Duri itu ibarat pagar imajiner yang menciptakan
ruang teritorialitas yang tidak dapat dimasuki oleh siapa pun. Tidak
semua orang dapat memilikinya. Itu lah bedanya Ia dengan bunga-bunga
cantik lainnya…setidaknya Ia tidak terkesan murahan.
Lalu…bunga
melati, Ia tersenyum samar. Senyumnya nyaris tidak terlihat. Tapi Ia
wangi. Tak apalah bila Ia tidak ingin tersenyum, toh Ia sudah wangi.
Walaupun Ia tidak besar, tidak mencolok, dan tidak berwarna, tapi ia
selalu tahu bagaimana caranya untuk mengundang para kumbang bahkan
manusia sekalipun. Ia seperti malaikat yang begitu polos, begitu manis,
tak berdosa, bahkan kau akan sering menemukannya terangkai indah sebagai
mahkota ibu suri, atau tersemat di rambut para puteri, atau
melilit-lilit di gaun pengantin. Kelakuan bunga Melati yang nrimo
dan pasrah ini kadang membuat dirinya tertekan, tapi ia harus
mempertahankan adat yang turun temurun telah diwarisi oleh nenek moyang
kerajaan Melati. Para bunga Melati didoktrin untuk bersikap layaknya
bunga sejati. Nenek moyang bunga Melati tidak mengajarkan untuk
beraspirasi, itulah sebabnya para bunga ini begitu pendiam.
Aku
akan memberi tahu suatu rahasia kepadamu, sebenarnya di balik tuntutan
adat kramat itu, diam-diam bunga ini senantiasa bernyanyi lirih. Tapi
sayang, kebanyakan lebah-lebah bajingan itu lebih suka mendengung
daripada didengungkan. Tapi betapa pun muaknya sang Melati dengan
kelakuan mereka, terkadang kenaifan adalah kekuatannya. Bagaimana pun,
aku sangat salut dengan kesabaran bunga-bunga ini yang terkekang oleh
tali-temali doktrin.
Bunga bangkai? Ia tersenyum genit.
Di
kalangan para bunga, bunga Bangkai mempunyai status sosial yang kurang
baik. Kenapa? karena sesuai dengan namanya, bunga Bangkai memiliki bau
luar biasa seperti bangkai yang telah membusuk sehingga para bunga
berpikir bahwa si bunga Bangkai telah menodai eksistensi bunga yang
senantiasa dikaitkan dengan keharuman dan simbol cinta. Namun di lain
sisi, para bunga Bangkai ini memang tinggi, besar, mencolok, dan
langka. Tidak heran Ia sangat diburu oleh para kumbang dan sejenisnya,
tapi aku tidak yakin apakah bunga itu diburu karena bentuk fisiknya yang
emphasis atau karena kebergunaannya.
Lagi-lagi
si bunga Bangkai tersenyum genit. Ia melakukan berbagai cara untuk
menarik perhatian para lalat penyerbuk. Aku pikir, sepertinya bunga
bangkai itu hanya bagus untuk dilihat, tapi tidak untuk didekati…karena
kumbang, lebah, bahkan lalat yang sekalipun gemar dengan hal-hal yang
bau ketika mencoba mendekati, melulu terperangkap lalu terperosok ke
lendir beracun itu hingga mati karena baunya. Namun aku heran, tidak
peduli berapa banyak korban yang berjatuhan, sepertinya kumbang, lebah,
dan lalat...mereka tidak jera-jeranya datang mendekati bunga bangkai
seolah-olah sengaja untuk “menikmati bau”nya.
Tahukah
kau darimana para dandelion itu berasal? Mereka tumbuh pertama kali di
daratan Eropa dan Asia, tapi kini kau bisa melihat mereka bertebaran
dimana-mana di penjuru bumi manapun, itu karena mereka bisa terbang
melintasi apapun, bahkan jeram samudra sekalipun.
Ditengah
semerbak persaingan para bunga mengeluarkan aroma wanginya dan kemilau
warna-warni kelopaknya yang membelai mata, munculah para dandelion
dengan segala kesederhanaannya di semak dan perdu liar.
Mereka
tak keberatan jika teman-teman mereka yang lain diambil dan ditaruh di
jambangan-jambangan mahal seperti si mawar yang elegan itu. Mereka tidak
mau menukar kebebasan mereka, tarian angin mereka, atau bahkan takdir
hidup yang menggariskan mereka untuk mencari segala sesuatunya dari
alam sendirian, karena sampai detik ini pun, mana ada manusia bodoh yang
akan memberi mereka pupuk, vitamin, atau pestisida yang baik untuk
tumbuh kembang mereka, melainkan mereka harus mencari itu semua langsung
dari alam - sendirian. Mereka tidak akan mau menukar itu semua dengan
menghabiskan sisa hidup mereka di jambangan mahal sekalipun.
Bunga dandelion tidak wangi tapi mereka punya kecantikan tersendiri.
Kini, bunga-bunga itu… Matahari, Mawar , Melati, bunga Bangkai dan Dandelion tengah bercengkrama menikmati hari. Walaupun
mereka punya skenario hidup masing-masing, namun hanya diri mereka
sendiri yang dapat menentukan senyuman macam apa yang akan mereka
sunggingkan.
***
Curcol
Kisah cinta memang tak bisa lepas dari kehidupan remaja ya..Begitu pula aku. Bukan. Tidak hanya aku yang terlibat, tapi ini tentang dia yang semakin lama semakin mencuri perhatianku.
Ya, KAMU !!Jujur ya, enam tahun lalu, pertama aku mengenalmu di kelas 2 SMP. Nothing special about you. Ya iyalah, masa itu adalah masa aku bermain dengan kawan-kawan sebayaku, hanya bersenang-senang. Bahkan sewaktu SMA pun, belum ada rasa buat kamu. Jujur. Memang, kita beda tempat sekolah -jauh-, tapi semakin lama aku tahu, seperti apa kamu. Berulang kali kau nyatakan 'itu' padaku, aku selalu mengelak, karena entah kenapa aku tak tau. Atau hanya merasa kurang siap?
Dan kini, kita sudah dewasa. Kita sudah kuliah di tempat pilihan kita masing-masing. Jauh. Tapi, sepertinya tak ada yang berubah darimu tentang pernyataan dan pengorbananmu mendapatkanku. Selama ini, kurasa hanya kamu yang bisa tetap menjaga rasa itu. Setiap malam aku berdoa memohon kepada Tuhan tentang sebuah pilihan. Kamu atau Dia yang belum seutuhnya ku kenal.
Bukan hal yang mudah untuk memutuskan suatu pilihan. Tapi seiring bergulirnya waktu, aku semakin yakin dengan keputusanku. Kamu. Kamu yang selalu memperjuangkan cintamu. Kamu yang tak pernah gentar menghadapi sifatku yang seperti ini. Kamu yang sering bercerita tentang aku kepada teman-temanmu. Kamu, yang bahkan tahu kelemahanku.
Tapi, kenapa saat keputusan ini sudah kubulatkan dan ku yakinkan hati ini untukmu, kamu semakin hilang? Apakah ini hanya perasaanku, atau ...? Kau tak pernah menyatakan cinta lagi, dan kau juga tak memintaku untuk menjadi kekasihmu lagi?
Ya, aku tahu. Roda memang berputar. Dulu Kau yang berusaha memperjuangkan aku, dan mungkin sekaranglah saatnya aku memperjuangkanmu, dalam diam dan doa. Aku tak tahu, apa yang ada di dalam pikiranmu sekarang. Tapi yang pasti yang ada dalam pikiranku, aku memginginkan kamu, :D :D
Ya, KAMU !!Jujur ya, enam tahun lalu, pertama aku mengenalmu di kelas 2 SMP. Nothing special about you. Ya iyalah, masa itu adalah masa aku bermain dengan kawan-kawan sebayaku, hanya bersenang-senang. Bahkan sewaktu SMA pun, belum ada rasa buat kamu. Jujur. Memang, kita beda tempat sekolah -jauh-, tapi semakin lama aku tahu, seperti apa kamu. Berulang kali kau nyatakan 'itu' padaku, aku selalu mengelak, karena entah kenapa aku tak tau. Atau hanya merasa kurang siap?
Dan kini, kita sudah dewasa. Kita sudah kuliah di tempat pilihan kita masing-masing. Jauh. Tapi, sepertinya tak ada yang berubah darimu tentang pernyataan dan pengorbananmu mendapatkanku. Selama ini, kurasa hanya kamu yang bisa tetap menjaga rasa itu. Setiap malam aku berdoa memohon kepada Tuhan tentang sebuah pilihan. Kamu atau Dia yang belum seutuhnya ku kenal.
Bukan hal yang mudah untuk memutuskan suatu pilihan. Tapi seiring bergulirnya waktu, aku semakin yakin dengan keputusanku. Kamu. Kamu yang selalu memperjuangkan cintamu. Kamu yang tak pernah gentar menghadapi sifatku yang seperti ini. Kamu yang sering bercerita tentang aku kepada teman-temanmu. Kamu, yang bahkan tahu kelemahanku.
Tapi, kenapa saat keputusan ini sudah kubulatkan dan ku yakinkan hati ini untukmu, kamu semakin hilang? Apakah ini hanya perasaanku, atau ...? Kau tak pernah menyatakan cinta lagi, dan kau juga tak memintaku untuk menjadi kekasihmu lagi?
Ya, aku tahu. Roda memang berputar. Dulu Kau yang berusaha memperjuangkan aku, dan mungkin sekaranglah saatnya aku memperjuangkanmu, dalam diam dan doa. Aku tak tahu, apa yang ada di dalam pikiranmu sekarang. Tapi yang pasti yang ada dalam pikiranku, aku memginginkan kamu, :D :D
Subscribe to:
Posts (Atom)


