Aneh
memang, saat aku membalas kata cintamu dengan senyuman dan membalas kata
rindumu dengan pelukan. Aku bahkan belum menemukan kata yang tepat untuk
mengungkapkan rasaku padamu. Kau yang dulu teramat sederhana, sampai kini
menjadi teristimewa di hatiku. Entah apa yang bisa kubanggakan darimu selain
aku memilikimu, mencintaimu, dan selalu merindukanmu.
Tak sia-sia
memang, saat aku menghabiskan sepanjang waktuku untuk menunggu seeorang yang
tepat untuk merajai istana hatiku; kamu. Meski kutahu, kamu bukanlah seperti
pangeran-pangeran impian di luar sana. Kamu cukup menjadi kamu dengan segala
kesederhanaanmu. Mungkin kamulah orang yang tepat saat ini untuk bertahta di
sana; hatiku. Aku percaya waktu dan
proseslah yang akan kamu dan aku; kita lewati untuk mendewasakan diri.
Yang kutahu,
kau kini milikku dan aku mencintaimu dengan segala kesederhanaanmu dan
kerendahanku. Ingin selalu kunikmati hangatnya rindu dalam pelukanmu sepanjang
hari dan menunggumu datang membawa setangkup cinta untukku.
