Saturday, 24 May 2014

AKU BUKAN SEGALANYA (BAGIMU)

Benar kan , Sayang? Aku bukanlah segalanya bagimu. Kini aku tau semua dari apa yang telah kurasakan. Kamu lebih memilih yang lain daripada memilihku.Kamu lebih memilih begadang buat nonton pertandingan bola, tapi kamu bisa tidur nyenyak saat aku benar-benar dan sangaatt membutuhkanmu saat aku sedang terpuruk dan jatuh. Apa sih yang telah diberikan pertandingan sepak bola itu padamu? Kesenangan? Kebahagiaan? Iya, benar, aku tahu itu pula. Mereka (sepak bola) lah yang selalu membuatmu bahagia. Sedangkan aku apa? Aku selalu membuatmu kecewa, aku selalu merepotkanmu, aku hanya bisa mengeluh dan mengadu. Aku bisa apa lagi selain membuatmu lelah? Tapi kemaren dan kini, aku sangat butuh kamu. Aku selalu berusaha melakukan apa yang kamu inginkan. Kamu pengen aku cantik kan? Aku sudah berusaha semaksimal mungkin, walaupun hasilnya hanya seperti ini. Kamu ingin aku nggak cuek dan badmood-an lagi kan? Aku sudah menjauhkan sifat itu dariku, walaupun sesekali aku badmood tapi tak memperlihatkan semua itu padamu –- agar kamu suka.
Tapi kini aku benar-benar butuh kamu. Kamu sadar itu nggak sih? Kamu bisa mengusahakan bagaimanapun caranya agar bisa menonton pertandingan bola pada dini hari, tapi kamu tidak bisa menahan kantukmu untukku dan mendengarkan ceritaku, walaupun nggak sampai tengah malam. Iya, mungkin aku memang kurang penting bagimu, tetapi entah mengapa aku sangat membutuhkanmu saat ini. Kamu nggak tau juga kan tangisku selalu sebelum sang mimpi merangkul. Entahlah, yang kutahu dulu aku sangat kuat, aku tak pernah menangis, aku jarang mengeluh, tapi kini aku terlalu rapuh, terpuruk, dan jatuh – tapi aku belum menemukan orang yang benar-benar ingin membangunkanku dari keterpurukan ini. Mungkin hanya Tuhan yang akan dan selalu setia mendengarkan ocehanku sebelum tertidur. Semoga Dia tidak pernah bosan mendengarkan curhatanku tiap malam, Sayang. Karena kalau Dia bosan, lalu siapa yang akan mendengarkan keluh kesahku saat ini, sedangkan yang lain sepertinya tak sanggup mendengarkan isi hatiku. LL

No comments:

Post a Comment