Aku
mungkin tak akan pernah bisa menjadi kekasih idaman pada umumnya, yang bisa
berlaku manja di depan umum, yang selalu cantik saat bersamamu, dan yang selalu
ada dan perhatian pada kesehatanmu. Aku hanyalah seseorang yang selalu
membuatmu khawatir, gelisah, dan aku hanyalah seseorang yang Cuma peduli dengan
kebahagiaanku semata.
Lalu,
pantaskah aku mencemburuimu? Bahkan saat aku tahu kamu “terlihat” begitu setia
kepadaku dan selalu menerima semua kekuranganku. Aku mencemburuimu; entah
karena aku mencintaimu, atau karena aku tak ingin kehilanganmu.
Kau
tahu, aku pernah berada pada suatu titik dimana hatiku terasa tersayat begitu
perih, saat….. Ah, aku sudah lupa kapan hal itu terjadi. Aku terluka. Menangis.
Dalam diam.
Maafkan
aku, Kekasihku. Aku mencemburuimu. Dan aku selalu membutuhkanmu untuk mengisi
hari-hariku saat ini hingga nanti.

No comments:
Post a Comment