Semenjak beberapa tahun lalu, aku telah
memutuskan untuk hidup bersamamu. Kulewati suka dan duka berdua. Akupun telah
sanggup menerima kekuranganmu. Iya, bahkan aku tak sanggup lagi kehilanganmu.
Namun, salahkah aku bila selama ini masih ada
seuntai nama yang bertahan di lubuk hatiku? Berdosakah aku bila aku masih
sering menghabiskan waktu bersamanya? Entahlah, Sayang, aku tahu
takmungkin hidup bersamanya, dan dia takmungkin pula memilihku. Aku tetap
memilihmu, Sayang.
Tapi, sebelum aku meninggalkan dia selamanya,
izinkan kupeluk dan kucium bibirnya untuk yang terakhir kalinya. Aku
ingin merasakan hangat kasih sayangnya yang selama ini kita ukir bersama,
ingin kuceritakan apa yang kurasakan selama ini lewat ciuman perpisahan.
Aku ingin menatap matanya agar dia tahu pengorbananku selama ini.
Izinkan aku mencium bibirnya, Sayang, agar aku
mampu mengembalikan semua kenangan bersamanya. Izinkan aku mencium bibirnya
untuk terakhir kalinya, agar dia tahu aku pernah mencintainya dengan sangat,
sebelum akhirnya aku lebih memilihmu.

No comments:
Post a Comment